Saya selalu tertarik membaca artikel-artikel tentang gaya hidup minimalis, sebuah pandangan tentang kehidupan yang mengutamakan fungsi, dan mencoba meminimalkan hal-hal yang tidak penting bagi hidup kita, sehingga apa yang ada dalam fikiran dan kehidupan yang kita jalani ini hanya perihal yang penting saja. Minimalis juga bisa berarti membuang yang tidak penting, salah satu dari bacaan artikel itu juga membahas tentang meminimalkan media sosial. Awalnya saya skeptis tentang hal ini, bagaimana bisa kita melepaskan diri dari hal yang justru menjadi tren pada saat ini?, scrolling medsos, baik itu berupa Instagram, Facebook, Tiktok, Threads dsb menjadi sebuah hal yang lumrah, orang (termasuk saya) tentunya pernah dan masih mengalami ketergantungan dan mungkin kecanduan pada medsos ini. Soal manfaat dari medsos ini, saya akui banyak sekali, kita bisa mengetahui berbagai informasi, kabar dan berita dari dunia diluar genggaman kita, tetapi disinilah dimulai merasakan permasalahannya. Ali...
Tulisan biasa dari orang biasa