Saya yakin siapapun orangnya, berkiprah dalam bidang apapun pekerjaannya, ingin dikenang sebagai sebuah sesuatu atau orang yang baik di akhir masa pengabdiannya, termasuk itu atlet sepakbola khususnya. Beberapa hari yang lalu, dunia menyaksikan di Argentina, jutaan rakyat negara tersebut melepas salah satu ikon sepakbolanya yang sudah berjuang bahu-membahu bersama rekan-rekannya di pentas internasional selama kurang lebih dua puluh tahun, pemain itu bernama Leonel Messi. Adalah suatu kewajaran bila rakyat Argentina melepasnya dengan keharuan dan rasa bangga tentunya, rentetan gelar, baik secara individu yang diraihnya justru diluar negaranya dan juga secara tim berupa Piala Amerika dan Piala Dunia, telah membawa negara itu pada level keharuman yang luar biasa, maka perpisahan yang megah adalah ganjaran yang tepat. Messi memutuskan pensiun dari timnas pastinya sudah dia pertimbangkan dengan baik, tentu saja kalau dia masih mau bertahan hingga Piala Dunia berikutnya, dia pasti masih...
Beberapa hari ini, dunia seakan terbelah opininya, ada yang setuju dengan kelakuan CR7 (Ronaldo) meninggalkan kamp latihan setelah tidak dimainkan dalam pertandingan melawan Norwegia, ada juga yang menghakimi bahwa kelakuan itu sangat jauh dari kata profesionalisme, mencerminkan sebuah egoisme dan lebih mementingkan ambisi pribadi dibanding dengan kebutuhan serta kepentingan tim. Tentu, ada alasan tertentu yang membuat Ronaldo melakukan itu, dugaan terbesar adalah tersentilnya "ego" pemain ini karena di pertandingan terakhir melawan Norwegia tersebut dia sudah disuruh melakukan pemanasan selama kurang lebih 30 menit, akan tetapi hingga pertandingan berakhir, tak sedetikpun waktu diberikan kepadanya untuk bermain, bagi seorang pemain dengan nama sebesar Ronaldo, tentunya itu sebuah "aib", dia tak terbiasa untuk dicadangkan, yang ada adalah dia harus menjadi andalan. Sampai Kapan Bermain? Ada sebuah pertanyaan, sampai kapan seorang pemain bola itu bisa terus berkarir ...