Saya selalu tertarik membaca artikel-artikel tentang gaya hidup minimalis, sebuah pandangan tentang kehidupan yang mengutamakan fungsi, dan mencoba meminimalkan hal-hal yang tidak penting bagi hidup kita, sehingga apa yang ada dalam fikiran dan kehidupan yang kita jalani ini hanya perihal yang penting saja. Minimalis juga bisa berarti membuang yang tidak penting, salah satu dari bacaan artikel itu juga membahas tentang meminimalkan media sosial. Awalnya saya skeptis tentang hal ini, bagaimana bisa kita melepaskan diri dari hal yang justru menjadi tren pada saat ini?, scrolling medsos, baik itu berupa Instagram, Facebook, Tiktok, Threads dsb menjadi sebuah hal yang lumrah, orang (termasuk saya) tentunya pernah dan masih mengalami ketergantungan dan mungkin kecanduan pada medsos ini. Soal manfaat dari medsos ini, saya akui banyak sekali, kita bisa mengetahui berbagai informasi, kabar dan berita dari dunia diluar genggaman kita, tetapi disinilah dimulai merasakan permasalahannya. Ali...
Belakangan ini, harga-harga, terutama yang termasuk dalam kategori sembako rupanya sedang merangkak naik, hampir semuanya, seperti harga beras, sayuran, ikan, daging ayam, aneka perbumbuan, minyak dan masih banyak lagi. Memang sebuah kewajaran dan keniscayaan bahwa harga barang itu akan bersifat dinamis, bisa naik ataupun bisa juga turun (walau yang ini jarang terjadi). Ya kalau menurut para ahli ekonomi, kenaikan harga terjadi bisa karena memang hukum permintaan dan penawaran, persediaan barang yang ada, atau mungkin faktor eksternal atau dari luar yang mempengaruhi harga tersebut, salah satunya karena faktor perang yang terjadi di belahan negara Iran dan Timur Tengah dimana saat ini eskalasinya semakin memanas. Tapi biarlah, agak ruwet juga bila membahas masalah kenaikan harga dipandang dari sudut ekonomi, biarlah itu menjadi ranah para pengambil kebijakan dan sambil kita berdoa semoga harga-harga bisa menjadi stabil kembali. Bagaimana Respon Kita ? Lalu bagaimana cara kita menyikapi...