Pemilu 1999, pemilu pertama di masa reformasi dan saat pemerintahan BJ. Habibie merupakan pemilu pertama yang saya ikuti. Selayaknya sebagai sesuatu yang pertama kita alami, tentunya banyak kenangan yang saya ingat waktu itu. Pemilu 1999 diikuti oleh banyak partai (multi partai) tepatnya 48 partai, setelah sebelumnya di masa pemerintahan Pak Harto hanya diikuti oleh 3 partai saja, tentu saja ini menjadi euforia politik bagi masyarakat, pemilih seakan "dimanjakan" oleh banyaknya pilihan sesuai dengan aspirasi dan minat politiknya. Saat itu, di masa-masa kampanye berlangsung, saya masih duduk di kelas akhir SMA, betapa ramainya diskusi atau obrolan sesama teman tentang partai apa yang akan dipilih, masing-masing punya jagoannya, terkadang debat itu berlangsung panas bahkan kadang saling ejek pilihan partainya pun terjadi . Saat itu sedang "demam" PDI Perjuangan dengan tokohnya Megawati, banyak teman yang mengatakan akan memilih partai itu, ada juga yang ak...
6 Agustus kemarin, saya genap berusia 45 tahun. Sebuah angka yang cukup menunjukkan bila saya sudah cukup "berumur". Bila dulu setiap tanggal 6 Agustus itu saya selalu gembira menyambutnya, tapi di bilangan angka yang sekarang, saya menyambutnya dengan rasa was-was, kuatir, sedih dan takut. Was-was muncul karena diri ini masih merasa ragu, sudah baikkah saya? sudah bijakkah saya karena seharusnya di usia pertengahan 40 tahun ini, seharusnya menjadi sosok yang bijak dan dewasa. Kemudian rasa kuatir, kuatir bila ternyata saya tak berumur panjang, sedangkan amal kebaikan yang nantinya menjadi bekal abadi dalam kehidupan selanjutnya belum maksimal. Kuatir ini juga muncul karena apakah saya sudah cukup berguna bagi kehidupan orang-orang terdekat saya, seperti keluarga, anak, rekan sejawat dan manusia-manusia yang saya kenal sebelumnya. Kemudian sedih, lebih kepada perasaan ternyata banyak waktu yang telah terlewati akan tetapi saya tidak bisa mengisinya dengan hal-hal yang positif...