Beberapa hari ini, saya mencoba merenungi perjalanan hidup saya. Dengan berucap rasa penuh syukur, apapun pencapaian sampai saat ini, saya meyakini itu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada saya. Mungkin bagi orang lain, hidup saya biasa-biasa saja selayaknya kaum kebanyakan, saya pun merasa demikian, rasanya tidak ada hal yang harus digembar-gemborkan, karena ya memang standar-standar saja, tapi apapun itu saya sangat mensyukurinya. Dari hasil perenungan itu, saya berusaha juga untuk mencari kekurangan apa saja yang harus diperbaiki, hal ini penting kiranya, karena dari kekurangan itu bisa kita evaluasi lagi apa yang harus kita tingkatkan lagi. Konsistensi. Ternyata, kekurangan saya ada dalam satu hal, yaitu konsistensi. Menurut KBBI Daring , konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan dalam bertindak atau disebut juga ketaatasasan . Kata ini merupakan turunan dari kata sifat "konsisten" yang berarti tetap (tidak berubah-ubah), ajek, taat asas, serta selaras ...
Gelaran sepakbola tingkat dunia 2026 ini mulai memasuki tahapan akhir, tentu saja semakin kesini, semakin menarik, hanya tim-tim terbaik yang bisa lolos kedalam fase gugur ini, bila menang, maka anda akan bertahan, begitu pun bila kalah, siap-siaplah mengepak koper untuk kembali pulang ke negaranya. Sayangnya, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, ketertarikan dan antusiasme dalam menonton piala dunia tersebut telah meredup, dan hasil-hasil pertandingan pun hanya saya lihat di google ataupun hanya melihat sekilas di highlight yang banyak bersebaran di youtube. Rasanya sudah tak ada waktu dan energi untuk menghabiskan sisa tenaga menyaksikan pertandingan-pertandingan secara penuh. Sampai tulisan ini dibuat, tim-tim besar dan yang kuat secara tradisi masih melaju ke babak selanjutnya, seperti Argentina, Perancis, Belgia, Norwegia, kejutan juga terjadi ketika tim yang pernah beberapa kali juara seperti Jerman dan Brazil harus lebih dini pulang. Karena Piala Dunia kali ini dilaksanaka...