Pernahkah ada satu momen ketika kita "disadarkan" dan tersadar bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Waktu itu saya sedang duduk di depan sebuah klinik, di bawah cuaca yang cukup panas menyengat, tiba-tiba lewatlah seorang bapak paruh umur yang berjualan sapu ijuk, sapu lidi, sikat dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya, dia berhenti di seberang jalan dan kepalanya mendongak sebentar keatas, lalu terlihat dia menarik nafas yang dalam, sepertinya untuk mengisi kembali ruang oksigen dan menghilangkan rasa lelahnya, lalu dia mengelap peluh dengan sapu tangan yang dikeluarkan dari saku celananya dan memutuskan melanjutkan lagi perjalanannya yang entah akan berujung dimana.
Saya yakin dia tidak melihat saya, tapi saya melihat semua adegan itu dengan jelas. Ada tiba-tiba rasa haru menyeruak dalam dada saya, dalam hati saya berkata dan bertanya, apakah dia akan mendapatkan rezeki dari hasil berjualannya hari ini? Tiba-tiba juga muncul bayangan, betapa mungkin kehadirannya nanti ketika sudah kembali pulang ke rumah, begitu ditunggu oleh istri dan anak-anaknya,untuk jajan dan makan seluruh anggota keluarganya.
Muncul juga penyesalan, bahwa saya tidak bisa membantunya, misal hanya dengan membeli peralatan yang dia jual. Tapi percayalah, dalam hati, saya mendoakan si bapak itu agar hari ini dan selanjutnya dagangannya laku dan bisa memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya. Hari itu, secara tidak langsung si bapak telah memberi ilmu kehidupan, bahwa kadang kita mengeluh, merasa kurang, dan juga misal boros dalam mengeluarkan uang hanya untuk membeli apa yang kita mau dan inginkan, bukan yang sebenarnya kita butuhkan, ternyata di sisi kehidupan lain ada orang yang harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan nilai nominal yang mungkin tidak seberapa dalam pandangan kita.
Dari mereka semua saya belajar bersyukur. Dan selalu ingat untuk selalu menoleh kebawah jika saya terlalu lelah berjuang menggapai impian diatas langit..
BalasHapusSehat sehat untuk 'Bapak' penjual dan penulis yang baik hati.
Terima kasih sudah mampir dan memberikan komentarnya ya
HapusMasyaAllah Jazakallahu Khairan wa Barakallahu fiikum prof.
BalasHapusTerima kasih ya
Hapus