Beberapa hari ini, saya mencoba merenungi perjalanan hidup saya. Dengan berucap rasa penuh syukur, apapun pencapaian sampai saat ini, saya meyakini itu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada saya. Mungkin bagi orang lain, hidup saya biasa-biasa saja selayaknya kaum kebanyakan, saya pun merasa demikian, rasanya tidak ada hal yang harus digembar-gemborkan, karena ya memang standar-standar saja, tapi apapun itu saya sangat mensyukurinya.
Dari hasil perenungan itu, saya berusaha juga untuk mencari kekurangan apa saja yang harus diperbaiki, hal ini penting kiranya, karena dari kekurangan itu bisa kita evaluasi lagi apa yang harus kita tingkatkan lagi.
Konsistensi.
Ternyata, kekurangan saya ada dalam satu hal, yaitu konsistensi. Menurut KBBI Daring, konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan dalam bertindak atau disebut juga ketaatasasan. Kata ini merupakan turunan dari kata sifat "konsisten" yang berarti tetap (tidak berubah-ubah), ajek, taat asas, serta selaras atau sesuai.
Saya merasa sifat masih jauh dengan kata konsistensi ini, kadang saya yang membuat aturan dan batasan, tapi kadang saya juga yang melanggarnya. Terkadang saya terlalu bersemangat dalam perencanaan, tapi payah dalam pelaksanaan. Padahal konsistensi adalah hal yang paling utama, sesuatu hal atau hasil yang besar adalah sekumpulan dari hal-hal kecil yang terus menerus kita lakukan.
Maka di tahun 2026 ini saya berjanji akan memegang teguh konsistensi dalam hal apa yang sudah saya rencanakan, bila sebelumnya saya berkeinginan menjadi penulis, maka menulis dengan rutin harus saya lakukan, tidak ada lagi alasan karena tidak ada mood atau belum dapat ilham sehingga niat menulis saya menjadi mandek. Tugas saya bukan lagi menunggu mood baik menghampiri, tapi bagaimana menciptakan mood itu sendiri.
Mari kita lihat nanti, apakah saya konsisten dengan cita-cita ini.
Komentar
Posting Komentar