Langsung ke konten utama

Konsistensi

Beberapa hari ini, saya mencoba merenungi perjalanan hidup saya. Dengan berucap rasa penuh syukur, apapun pencapaian sampai saat ini, saya meyakini itu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada saya. Mungkin bagi orang lain, hidup saya biasa-biasa saja selayaknya kaum kebanyakan, saya pun merasa demikian, rasanya tidak ada hal yang harus digembar-gemborkan, karena ya memang standar-standar saja, tapi apapun itu saya sangat mensyukurinya.

Dari hasil perenungan itu, saya berusaha juga untuk mencari kekurangan apa saja yang harus diperbaiki, hal ini penting kiranya, karena dari kekurangan itu bisa kita evaluasi lagi apa yang harus kita tingkatkan lagi.

Konsistensi.

Ternyata, kekurangan saya ada dalam satu hal, yaitu konsistensi. Menurut KBBI Daring, konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan dalam bertindak atau disebut juga ketaatasasan. Kata ini merupakan turunan dari kata sifat "konsisten" yang berarti tetap (tidak berubah-ubah), ajek, taat asas, serta selaras atau sesuai.

Saya merasa sifat masih jauh dengan kata konsistensi ini, kadang saya yang membuat aturan dan batasan, tapi kadang saya juga yang melanggarnya. Terkadang saya terlalu bersemangat dalam perencanaan, tapi payah dalam pelaksanaan. Padahal konsistensi adalah hal yang paling utama, sesuatu hal atau hasil yang besar adalah sekumpulan dari hal-hal kecil yang terus menerus kita lakukan.

Maka di tahun 2026 ini saya berjanji akan memegang teguh konsistensi dalam hal apa yang sudah saya rencanakan, bila sebelumnya saya berkeinginan menjadi penulis, maka menulis dengan rutin harus saya lakukan, tidak ada lagi alasan karena tidak ada mood atau belum dapat ilham sehingga niat menulis saya menjadi mandek. Tugas saya bukan lagi menunggu mood baik menghampiri, tapi bagaimana menciptakan mood itu sendiri.

Mari kita lihat nanti, apakah saya konsisten dengan cita-cita ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehilangan

Saya menulis ini dengan menghela nafas yang berat, awal tahun 2026 ini terasa berat sekali karena harus diawali dengan meninggalnya sepupu dan kakak tertua di waktu akhir Januari dan awal Februari. Keduanya meninggalkan duka yang mendalam karena bagaimanapun mereka berdua memiliki pengaruh dalam perjalanan kehidupan saya. Sedih? Tentu saja, walaupun harus kembali kepada rasa ikhlas yang seakan ringan diucapkan tapi berat untuk dijalani. Ya, kematian memang suatu keniscayaan dan kita pun pada dasarnya sedang menunggu "antrian" kita. Kabar tentang kematian memang selalu menggetarkan dan menggentarkan, menggetarkan karena membuat hati kita bersedih, menggentarkan bisa berarti membuat bertanya lagi kedalam hati, ternyata masih minim bekal amal kita menghadapi kehidupan yang abadi nanti.

Tetaplah Bersyukur

Pernahkah ada satu momen ketika kita "disadarkan" dan tersadar bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Waktu itu saya sedang duduk di depan sebuah klinik, di bawah cuaca yang cukup panas menyengat, tiba-tiba lewatlah seorang bapak paruh umur yang berjualan sapu ijuk, sapu lidi, sikat dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya, dia berhenti di seberang jalan dan kepalanya mendongak sebentar keatas, lalu terlihat dia menarik nafas yang dalam, sepertinya untuk mengisi kembali ruang oksigen dan menghilangkan rasa lelahnya, lalu dia mengelap peluh dengan sapu tangan yang dikeluarkan dari saku celananya dan memutuskan melanjutkan lagi perjalanannya yang entah akan berujung dimana. Saya yakin dia tidak melihat saya, tapi saya melihat semua adegan itu dengan jelas. Ada tiba-tiba rasa haru menyeruak dalam dada saya, dalam hati saya berkata dan bertanya, apakah dia akan mendapatkan rezeki dari hasil...

Peralihan Cinta dari Persib ke Bandung Raya

Terasa sekali gegap gempita luapan emosional kemenangan Persib semalam melawan PSM Makassar, sebuah laga berat yang sangat menentukan untuk langkah menuju "hattrick" juara selama tiga musim beruntun, sepertinya musim ini perjalanan tidak semulus seperti dua musim sebelumnya, pertarungan harus dilakukan hingga pekan terakhir untuk memutusan siapa juara sejati, Persib atau Borneo FC. Tak heran memang apabila antusiasme warga Jawa Barat tak terbendung lagi apabila berbicara tentang Persib. Persib bukan hanya milik kota Bandung saja seperti nama yang mengikutinya, yaitu Persib Bandung, akan tetapi Persib sudah menjadi identitas orang Jawa Barat, bahkan mungkin orang Sunda pada umumnya, maka bukan hanya di wilayah Bandung saja kegembiraan itu tampak, tapi di seantero Jawa Barat pun akan terlihat, pun demikian apabila Persib mengalami kekalahan, maka duka itu akan terasa di semua daerah. Saya pribadi sudah tidak terlalu intens mengikuti jejak Persib, saya sudah berada pada sisi ber...