Langsung ke konten utama

Decluttering Plastik

Saya mencoba bebenah dengan metode Decluttering, dan itu saya awali dengan membuang sampah berbahan plastik. Decluttering sendiri adalah sebuah cara membuang hal-hal yang menumpuk di ruangan kita, bisa saja di rumah, tempat kerja atau ruang yang lain.

Dan yang pertama saya mulai adalah membuang wadah-wadah plastik. Ketika saya cek, ternyata jumlahnya cukup banyak sekali. Biasanya wadah itu saya dapat dari kemasan-kemasan makanan siap saji atau jajanan-jajanan. Dengan alasan kepraktisan, rupanya orang-orang suka memakai kemasan ini, berbeda dari masa lalu yang biasanya masih dari bahan-bahan yang bersifat alami, dari daun misalnya.
Saya melihat wadah ini memang sekali pakai, tapi kadang dengan alasan sayang dan masih bisa digunakan, wadah itu kian menumpuk dan rupanya juga tidak terpakai. Pernah memang mencoba menggunakan kembali wadah ini, tapi ketika dicuci, plastik ini susah sekali untuk "kesat", malah semakin licin. Akhirnya, daripada menjadi tumpukan sampah, saya putuskan wadah itu saya buang, apalagi setelah membaca ulasan bahaya dari wadah-wadah tersebut.
Rumah adalah sejatinya tempat untuk berteduh, beristirahat dan juga menikmati waktu bersama, tapi bila kita tidak memulai decluttering dari sekarang, maka rumah bisa menjadi gudang sampah yang cukup menguras energi dan pikiran kita, karena konon katanya barang-barang yang tidak terpakai dan menumpuk itu memiliki "aura negatif" tersendiri yang bisa mempengaruhi kesehatan mental kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehilangan

Saya menulis ini dengan menghela nafas yang berat, awal tahun 2026 ini terasa berat sekali karena harus diawali dengan meninggalnya sepupu dan kakak tertua di waktu akhir Januari dan awal Februari. Keduanya meninggalkan duka yang mendalam karena bagaimanapun mereka berdua memiliki pengaruh dalam perjalanan kehidupan saya. Sedih? Tentu saja, walaupun harus kembali kepada rasa ikhlas yang seakan ringan diucapkan tapi berat untuk dijalani. Ya, kematian memang suatu keniscayaan dan kita pun pada dasarnya sedang menunggu "antrian" kita. Kabar tentang kematian memang selalu menggetarkan dan menggentarkan, menggetarkan karena membuat hati kita bersedih, menggentarkan bisa berarti membuat bertanya lagi kedalam hati, ternyata masih minim bekal amal kita menghadapi kehidupan yang abadi nanti.

Tetaplah Bersyukur

Pernahkah ada satu momen ketika kita "disadarkan" dan tersadar bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Waktu itu saya sedang duduk di depan sebuah klinik, di bawah cuaca yang cukup panas menyengat, tiba-tiba lewatlah seorang bapak paruh umur yang berjualan sapu ijuk, sapu lidi, sikat dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya, dia berhenti di seberang jalan dan kepalanya mendongak sebentar keatas, lalu terlihat dia menarik nafas yang dalam, sepertinya untuk mengisi kembali ruang oksigen dan menghilangkan rasa lelahnya, lalu dia mengelap peluh dengan sapu tangan yang dikeluarkan dari saku celananya dan memutuskan melanjutkan lagi perjalanannya yang entah akan berujung dimana. Saya yakin dia tidak melihat saya, tapi saya melihat semua adegan itu dengan jelas. Ada tiba-tiba rasa haru menyeruak dalam dada saya, dalam hati saya berkata dan bertanya, apakah dia akan mendapatkan rezeki dari hasil...

Peralihan Cinta dari Persib ke Bandung Raya

Terasa sekali gegap gempita luapan emosional kemenangan Persib semalam melawan PSM Makassar, sebuah laga berat yang sangat menentukan untuk langkah menuju "hattrick" juara selama tiga musim beruntun, sepertinya musim ini perjalanan tidak semulus seperti dua musim sebelumnya, pertarungan harus dilakukan hingga pekan terakhir untuk memutusan siapa juara sejati, Persib atau Borneo FC. Tak heran memang apabila antusiasme warga Jawa Barat tak terbendung lagi apabila berbicara tentang Persib. Persib bukan hanya milik kota Bandung saja seperti nama yang mengikutinya, yaitu Persib Bandung, akan tetapi Persib sudah menjadi identitas orang Jawa Barat, bahkan mungkin orang Sunda pada umumnya, maka bukan hanya di wilayah Bandung saja kegembiraan itu tampak, tapi di seantero Jawa Barat pun akan terlihat, pun demikian apabila Persib mengalami kekalahan, maka duka itu akan terasa di semua daerah. Saya pribadi sudah tidak terlalu intens mengikuti jejak Persib, saya sudah berada pada sisi ber...