Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Nonton Bola Tanpa Rasa, Arsenal v PSG.

Semalam saya menonton bola babak final Liga Champions antara Arsenal vs PSG, tidak disengaja awalnya, hanya karena mata ini saja yang tidak bisa terpejam dan pas mindah-mindahin chanel tv, kemudian melihat ada komentator favorit saya dulu, yaitu Bung Kusnaeni (lebih akrab disapa Bung Kus)  yang sedang mengulas preview pertandingan setengah jam sebelum laga dimulai. Mata mulai mengantuk dan saya tertidur, lalu sayup-sayup terdengar suara riuh di televisi dan oh rupanya Arsenal unggul di menit ke- 2 pertandingan. Akhirnya saya cuci muka dan meniatkan diri untuk menonton, tak lupa juga menyiapkan minum dan cemilan untuk menemani. Bagi saya ini pertama kalinya menonton lagi final piala champions, mungkin terakhir yang saya ingat adalah sekitar Mei 2012, hampir 14 tahun lamanya, lama juga rupanya.  Saya memang sudah tak tertarik lagi dengan sepakbola, seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya di tulisan lain, maka ketika melihat susunan line-up kedua tim, tak ada satupun yang...

Membuang Barang

Hari ini saya bersih-bersih rumah, suatu hal yang biasa dikerjakan setiap hari, walaupun ya tidak bersih-bersih amat. Entah kenapa saya suka melakukan pekerjaan rumah tersebut, mulai dari menyapu, ngepel  lantai, cuci piring, bersih-bersih WC dan lain sebagainya, rajin kan?. Ada perasaan tenang ketika melakukannya, entah mungkin ini efek psikologis dari bebersih ya ?, apalagi kalau sudah selesai dan kita melihat kamar dan rumah kita bersih, rasanya lega dan plong saja.  Namun kadang ada rasa tidak puas, ternyata bukan bersih saja tujuan yang ingin dicapai, tapi saya ingin ruang yg lebih luas, lebih lega, maka pada bebersih kali ini saya menargetkan untuk lakukan "decluttering" ekstrim, yaitu dengan cara mengurangi bahkan mungkin dalam tahapan membuang barang-barang yang sudah tidak saya gunakan lagi. Berikut beberapa hal yg saya singkirkan hari ini ; 1. Dari area kamar, saya mulai menata kasur, kolong kasur, dekat meja kerja dan meja cermin, saya membuang sampah-sampah yang t...

Ketika Dunia Mulai Terlihat "Pucat"

Beberapa hari lalu, ketika sedang scroll instagram, saya menemukan beberapa gambar yang cukup menarik, gambar tersebut memperlihatkan bahwa sadar atau tidak, kita sekarang lebih melihat dunia lebih seragam dalam hal warna dan mulai kehilangan aneka warna dari benda-benda yang ada di sekitar lingkungan kita. Memang, selama ini mungkin kita tidak menyadarinya, entah mungkin karena pengaruh mode, jaman atau mungkin juga selera, akan tetapi ternyata kita sekarang berada pada masa yang lebih menginginkan warna-warna "kalem" yang lebih menggambarkan minimalisme ataupun kesederhanaan, berikut gambar-gambar tersebut ; Tampak dari gambar tersebut, bangunan-bangunan terutama di perkotaan, tampak lebih "pucat", kebanyakan orang mulai memilih warna-warna polos, krem, putih, sesuai dengan tema atau mode minimalis yang sekarang sedang menjadi acuan, bila dibandingkan dengan dulu, biasanya rumah ataupun gedung, menggunakan warna-warna cerah sebagai suatu tanda atau sim...

Kebersihan Jepang

Dari dulu saya tertarik dengan budaya kebersihan Jepang dan etos kerjanya, saya sering membaca artikel yang membahas tentang bagaimana rakyat Jepang sangat cinta akan kebersihan dan bagaimana mereka berdisiplin dalam kehidupan sehari-harinya. Sepertinya kebersihan lingkungan, baik rumah atau perkantoran sudah menjadi nafas kehidupan mereka, kita mungkin bisa melihatnya dari foto-foto di google ataupun medsos, betapa telatennya mereka merawat kebersihan tempat tinggalnya. Budaya bersih ini tentu tidak datang dengan sendirinya, ada sebuah proses panjang dan melembaga, bagaimana kebiasaan itu diterapkan dari usia dini dan diperkenalkan melalui lembaga pendidikan, yaitu sekolah. Di Jepang, ternyata para siswa tersebut bergantian atau saling bekerjasama membersihkan sekolah mereka sehingga terbentuk kebersamaan, tanggung jawab dan rasa memiliki mereka terutama dalam hal kebersihan lingkungan sekolahnya. Sumber : google.com Dan ternyata, kebiasaan itu akhirnya mengakar, menular m...

Peralihan Cinta dari Persib ke Bandung Raya

Terasa sekali gegap gempita luapan emosional kemenangan Persib semalam melawan PSM Makassar, sebuah laga berat yang sangat menentukan untuk langkah menuju "hattrick" juara selama tiga musim beruntun, sepertinya musim ini perjalanan tidak semulus seperti dua musim sebelumnya, pertarungan harus dilakukan hingga pekan terakhir untuk memutusan siapa juara sejati, Persib atau Borneo FC. Tak heran memang apabila antusiasme warga Jawa Barat tak terbendung lagi apabila berbicara tentang Persib. Persib bukan hanya milik kota Bandung saja seperti nama yang mengikutinya, yaitu Persib Bandung, akan tetapi Persib sudah menjadi identitas orang Jawa Barat, bahkan mungkin orang Sunda pada umumnya, maka bukan hanya di wilayah Bandung saja kegembiraan itu tampak, tapi di seantero Jawa Barat pun akan terlihat, pun demikian apabila Persib mengalami kekalahan, maka duka itu akan terasa di semua daerah. Saya pribadi sudah tidak terlalu intens mengikuti jejak Persib, saya sudah berada pada sisi ber...