Dalam suatu kondisi keadaan emosi, saya memilih diam, diam tak mau menanggapi, tak mau berdebat kusir, karena bagi saya nantinya akan lebih runyam, dan malah memperpanjang masalah.
Padahal dalam hati dan kepala ini berputar, ingin rasanya membalas dan menjelaskan secara rinci fakta yang sebenarnya, tetapi kadang ketika lawan bicara sudah juga tidak terkendali, rasanya nanti akan sia-sia saja.
Nanti setelah waktunya tenang, dan sudah yakin terkendali suasananya, barulah saya akan bicara. Apakah itu merupakan Silent Treatment? Saya tidak tahu, tapi saya pastikan saya tetap orang yang sama. Beberapa orang mengatakan justru hal itu tidak baik, tapi menurut saya dalam kondisi lawan bicara kita juga dalam keadaan emosi, maka alangkah lebih baik saya yang menarik diri.
Komentar
Posting Komentar