6 Agustus kemarin, saya genap berusia 45 tahun. Sebuah angka yang cukup menunjukkan bila saya sudah cukup "berumur". Bila dulu setiap tanggal 6 Agustus itu saya selalu gembira menyambutnya, tapi di bilangan angka yang sekarang, saya menyambutnya dengan rasa was-was, kuatir, sedih dan takut. Was-was muncul karena diri ini masih merasa ragu, sudah baikkah saya? sudah bijakkah saya karena seharusnya di usia pertengahan 40 tahun ini, seharusnya menjadi sosok yang bijak dan dewasa. Kemudian rasa kuatir, kuatir bila ternyata saya tak berumur panjang, sedangkan amal kebaikan yang nantinya menjadi bekal abadi dalam kehidupan selanjutnya belum maksimal. Kuatir ini juga muncul karena apakah saya sudah cukup berguna bagi kehidupan orang-orang terdekat saya, seperti keluarga, anak, rekan sejawat dan manusia-manusia yang saya kenal sebelumnya. Kemudian sedih, lebih kepada perasaan ternyata banyak waktu yang telah terlewati akan tetapi saya tidak bisa mengisinya dengan hal-hal yang positif...
Tulisan biasa dari orang biasa