Beberapa hari ini, dunia seakan terbelah opininya, ada yang setuju dengan kelakuan CR7 (Ronaldo) meninggalkan kamp latihan setelah tidak dimainkan dalam pertandingan melawan Norwegia, ada juga yang menghakimi bahwa kelakuan itu sangat jauh dari kata profesionalisme, mencerminkan sebuah egoisme dan lebih mementingkan ambisi pribadi dibanding dengan kebutuhan serta kepentingan tim.
Tentu, ada alasan tertentu yang membuat Ronaldo melakukan itu, dugaan terbesar adalah tersentilnya "ego" pemain ini karena di pertandingan terakhir melawan Norwegia tersebut dia sudah disuruh melakukan pemanasan selama kurang lebih 30 menit, akan tetapi hingga pertandingan berakhir, tak sedetikpun waktu diberikan kepadanya untuk bermain, bagi seorang pemain dengan nama sebesar Ronaldo, tentunya itu sebuah "aib", dia tak terbiasa untuk dicadangkan, yang ada adalah dia harus menjadi andalan.
Sampai Kapan Bermain?
Ada sebuah pertanyaan, sampai kapan seorang pemain bola itu bisa terus berkarir diatas lapangan terutama di level tim nasional?, jawabannya tidak ada aturan yang mengatur secara tertulis tentang hal itu, kata kuncinya adalah selama pemain itu dalam kondisi fit dan juga masih diperlukan dalam skema permainan, maka hal tersebut tetap diperbolehkan.
Permainan sepakbola modern sekarang, memerlukan kesiapan fisik yang sangat prima, karena tampaknya permainan ini berlangsung dalam tempo yang makin cepat saja, sehingga tentunya semakin bertambah umur (tua) seorang pemain, maka biasanya akan muncul kesulitan untuk beradaptasi karena kekuatan fisik, stamina dan kecepatan juga ikut berkurang.
Maka melihat hal tersebut, biasanya seorang pemain bola itu akan mengalami periode masa emas sebagai pemain, dan itu berjalan dalam waktu yang singkat sekali, kurang lebih di usia 20-30 tahun, di rentang usia inilah pemain menjalani kematangan karirnya, seiring bertambah kedewasaan umurnya. Akan tetapi, setelah melewati usia tersebut, biasanya akan mengalami penurunan performa dikarenakan stamina dan ketahanan fisik tidak lagi mendukung untuk terus bermain full selama 30 menit, maka di fase ini, pemain akan mulai mengurangi porsi bermainnya, biasanya akan mulai mengundurkan diri dari tim nasional dan berfokus hanya di klub yang dibelanya, contoh-contoh yang bisa disebutkan disini misalnya Paolo Maldini, salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki oleh Italia dan AC Milan, di tahun 2002 dengan berakhirnya Piala Dunia di Jepang-Korea, maka diapun memutuskan untuk gantung sepatu, untuk kemudian memilih fokus di klub yang telah lama dibelanya hingga (AC Milan) hingga tahun 2009, berarti ada waktu 7 tahun sebelum dia benar-benar memutuskan berhenti di usia 41 tahun.
Bagaimana dengan Ronaldo?
Bila soal fisik dan stamina menjadi alasan untuk berhenti bermain dari tim nasional, maka hal demikian seperti menjadi anomali bagi seorang Ronaldo. Kita tahu, sebagai pemain profesional, Ronaldo adalah pemain yang benar-benar menjaga kebugaran tubuhnya, maka tantangan untuk bermain di dua kepentingan yang berbeda, yaitu tim nasional dan klub pada saat yang bersamaan rasanya bukan sesuatu yang mustahil meskipun usianya saat tulisan ini dibuat adalah 41 tahun. Maka dengan kepercayaan dirinya yang memang sangat tinggi, diikuti dengan selentingan bahwa dia memiliki ambisi pribadi untuk meraih trofi Piala Dunia dan rekor 1000 gol, dia akan tetap ngotot untuk bermain, siapa yang bisa mencegah seseorang yang terkenal memiliki keteguhan hati sudah menetapkan targetnya.
Regenerasi
Maka yang menjadi sorotan adalah, apakah kehadirannya di timnas Portugal tetap dibutuhkan ?, disaat kontribusi golnya dan kesesuaian dengan pola permainan yang mulai diragukan banyak pihak, terutama pasca Piala Dunia 2026. Hal yang mendesak lainnya adalah kepentingan regenerasi bagi tim Portugal itu sendiri. Dalam sebuah permainan yang mengandalkan kolektivitas tim, ketergantungan pada seseorang relatif harus dihindari, selain itu tentu masih banyak pemain yang "mengantri" untuk bisa tampil membela tim nasionalnya. Bila Ronaldo dengan kontribusinya yang dianggap sudah menurun masih tetap ingin bertahan, maka dalam jangka panjang tim itu sendiri yang dirugikan, ada sebuah kemacetan regenerasi yang terjadi dan bisa mengancam keberlangsungan sebuah generasi tim yang seharusnya alamiah terjadi.
Kembali Pada Diri Ronaldo.
Ujung permasalahan ini, hanya Ronaldo yang bisa menyelesaikannya sendiri. Dia yang bisa mengukur kemampuannya sendiri dan memikirkan apa yang pantas untuk kepentingan tim nasionalnya.
Rasanya, dengan pencapaiannya selama ini, baik secara individu ataupun di tim nasional maupun di setiap klub yang dibelanya, orang akan tetap memberi respek yang tinggi, dia tidak perlu kuatir untuk tidak dikenang, kita pasti akan mengingatnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada, setara dengan pemain-pemain besar dari negeri Portugal yang pernah saya kenal seperti Eusobio, Luis Figo, Rui Costa, Fernando Couto dan masih banyak yang lainnya.
Komentar
Posting Komentar