Malam tadi terdengar sedikit suara riuh diatas genting, terasa asing awalnya, mungkin karena sudah lama tak mendengarnya, dan tiba-tiba ada angin yang cukup besar menyibak kain gorden, ah rupanya suara riuh itu adalah nada dari air yang jatuh ke bumi, hujan rupanya.
Memang ini bukan yang pertama kalinya hujan turun di bulan September ini, tapi ya begitu, rupanya mereka masih malu-malu, seakan tahapan memperkenalkan diri bahwa ini sudah saatnya hujan turun di bulan September. Namun hujan semalam cukuplah lama dan relatif besar, rasanya seperti pelepas dahaga dari berbulan-bulan kekeringan karena kemarau. Hujan semalam juga ibarat penyapu dari debu-debu polusi dan bekas erupsi yang menyesakkan.
Dan saya benar-benar meresapi dan mensyukuri itu semua, bau tanah yang ditimbulkan dari hujan semalam, saya cium aromanya, sangat menyegarkan...
Rabu, 16/9/2026
Komentar
Posting Komentar