Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kehidupan

Membuang Barang

Hari ini saya bersih-bersih rumah, suatu hal yang biasa dikerjakan setiap hari, walaupun ya tidak bersih-bersih amat. Entah kenapa saya suka melakukan pekerjaan rumah tersebut, mulai dari menyapu, ngepel  lantai, cuci piring, bersih-bersih WC dan lain sebagainya, rajin kan?. Ada perasaan tenang ketika melakukannya, entah mungkin ini efek psikologis dari bebersih ya ?, apalagi kalau sudah selesai dan kita melihat kamar dan rumah kita bersih, rasanya lega dan plong saja.  Namun kadang ada rasa tidak puas, ternyata bukan bersih saja tujuan yang ingin dicapai, tapi saya ingin ruang yg lebih luas, lebih lega, maka pada bebersih kali ini saya menargetkan untuk lakukan "decluttering" ekstrim, yaitu dengan cara mengurangi bahkan mungkin dalam tahapan membuang barang-barang yang sudah tidak saya gunakan lagi. Berikut beberapa hal yg saya singkirkan hari ini ; 1. Dari area kamar, saya mulai menata kasur, kolong kasur, dekat meja kerja dan meja cermin, saya membuang sampah-sampah yang t...

Ketika Dunia Mulai Terlihat "Pucat"

Beberapa hari lalu, ketika sedang scroll instagram, saya menemukan beberapa gambar yang cukup menarik, gambar tersebut memperlihatkan bahwa sadar atau tidak, kita sekarang lebih melihat dunia lebih seragam dalam hal warna dan mulai kehilangan aneka warna dari benda-benda yang ada di sekitar lingkungan kita. Memang, selama ini mungkin kita tidak menyadarinya, entah mungkin karena pengaruh mode, jaman atau mungkin juga selera, akan tetapi ternyata kita sekarang berada pada masa yang lebih menginginkan warna-warna "kalem" yang lebih menggambarkan minimalisme ataupun kesederhanaan, berikut gambar-gambar tersebut ; Tampak dari gambar tersebut, bangunan-bangunan terutama di perkotaan, tampak lebih "pucat", kebanyakan orang mulai memilih warna-warna polos, krem, putih, sesuai dengan tema atau mode minimalis yang sekarang sedang menjadi acuan, bila dibandingkan dengan dulu, biasanya rumah ataupun gedung, menggunakan warna-warna cerah sebagai suatu tanda atau sim...

2026

Tidak terasa ya sudah 2026, seperti baru kemarin memulai lembaran 2025, sekarang harus sudah berada di 2026, secara angka mungkin bertambah, tapi pada hakikatnya perjalanan waktu yang terus maju ini semakin membuat jatah kehidupan kita di dunia semakin berkurang. Semoga saja keberkahan selalu Allah berikan dalam sisa-sisa usia kita. Aamiin. Mungkin tidak tepat bila kita jadikan 1 Januari atau bulan Januari menjadi sebuah bulan secara khusus untuk introspeksi, karena perbaikan diri tidak hanya di tanggal dan bulan ini, akan tetapi juga tidak ada salahnya bila kita mencoba untuk memulai memperbaiki dan mengevaluasi kembali catatan langkah-langkah yang pernah dijalani di tahun sebelumnya. 2026 ini saya hanya ingin menjadi lebih baik, segalanya atau semuanya dalam hal-hal kehidupan, ingin juga tiap-tiap hal itu lebih teratur, tertata dan memiliki "goal" yang jelas. Pada dasarnya saya orang yang menyukai detail, semua harus tersusun dengan baik, jelas, teragendakan dan tercatat de...

Tetaplah Bersyukur

Pernahkah ada satu momen ketika kita "disadarkan" dan tersadar bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang? Beberapa hari yang lalu saya mengalaminya sendiri. Waktu itu saya sedang duduk di depan sebuah klinik, di bawah cuaca yang cukup panas menyengat, tiba-tiba lewatlah seorang bapak paruh umur yang berjualan sapu ijuk, sapu lidi, sikat dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya, dia berhenti di seberang jalan dan kepalanya mendongak sebentar keatas, lalu terlihat dia menarik nafas yang dalam, sepertinya untuk mengisi kembali ruang oksigen dan menghilangkan rasa lelahnya, lalu dia mengelap peluh dengan sapu tangan yang dikeluarkan dari saku celananya dan memutuskan melanjutkan lagi perjalanannya yang entah akan berujung dimana. Saya yakin dia tidak melihat saya, tapi saya melihat semua adegan itu dengan jelas. Ada tiba-tiba rasa haru menyeruak dalam dada saya, dalam hati saya berkata dan bertanya, apakah dia akan mendapatkan rezeki dari hasil...

Berjalan Kaki

Ada hal yang sebetulnya ringan, bermanfaat tapi rasanya malas dilakukan, dan itu adalah jalan kaki. Padahal sudah banyak literatur yang saya baca tentang manfaat dan mujarabnya jalan kaki untuk kesehatan tubuh, tapi ya itu tadi, malasnya minta ampun. Kalau melihat masa lalu, jalan kaki itu adalah rutinitas saya, mulai dari SD, SMP (kadang-kadang) sampai SMA, pergi dan pulang bersekolah itu ya dengan berjalan kaki, jarang sekali menggunakan angkutan umum, selain memang untuk lebih menghemat, kurun waktu itu memang secara umum jalan kaki masih menjadi pilihan, sehingga itu jadi hal yang lumrah. Dari beberapa pendapat yang saya dengar, ada yang bilang jalan kaki itu untuk apa? Kan sekarang kita dimudahkan dengan banyak alternatif pilihan moda transportasi, untuk yang berpendapat seperti ini sudut pandangnya melihat jalan kaki sebagai sebuah ketertinggalan zaman. Sedangkan yang lain berbicara, jalan kaki itu sudah tidak musim, bahkan malu bila dilihat orang. Untuk pendapat pertama, saya se...

Tumbler dan Hidup Frugal

Beberapa hari ini saya tertarik kembali untuk membuka-buka situs yang membahas hidup Frugal, sebuah kebiasaan yang sebenarnya sudah lama saya lakukan. Tidak tau kenapa, tapi rasanya suka saja, seakan mengajak kita untuk berbenah kembali, mengatur pemasukan dan pengeluaran kita dengan memperhatikan atau membuat garis pembatas yang jelas, antara mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan semata. Apalagi dalam kondisi ekonomi negara kita yang seperti hidup segan matipun tidak mau, ditandai dengan kelesuan masyarakat terutama dalam sekor konsumsi, membuat kita harus benar-benar bijak menggunakan uang kita. Jangan sampai kita defisit atau lebih besar pasak daripada tiang. Apa sih hidup frugal ? saya mengutip dari google katanya seperti ini  " Frugal living  adalah gaya hidup hemat yang berfokus pada pengelolaan keuangan bijak dengan memprioritaskan kebutuhan, bukan pelit, melainkan cermat dalam pengeluaran". Dengan demikian, ada sebuah tantangan untuk mula...

Stasiun Sukabumi

Rasanya seperti baru kemarin, saya bisa leluasa masuk ke Stasiun Sukabumi, melihat keriuhan para penumpang kereta yang hendak berangkat ke Cianjur dan Bogor.  Berbekal karcis seperti kartu gapleh yang nantinya akan dibolongi oleh kondektur, para penumpang yang kebanyakan para pedagang itu berjejalan dalam suasana hiruk-pikuk di dalam gerbong. Ditingkahi dengan suara pedagang asongan dan para pengamen, semuanya bersatu dengan aroma keringat dan aroma lainnya. Semuanya saat itu belum teratur, tapi apa pedulinya, belum ada sepertinya pengaturan tempat duduk, pengamanan maksimal dari petugas keamanan dsb, sehingga saya pun dulu bisa bebas keluar masuk stasiun itu hanya untuk mengagumi sebuah jenis transportasi yang berukuran besar yaitu kereta api. Suasana tahun 90-an itu masih terekam dengan jelas, bagaimana sebuah sistem perkereta-apian saat itu masih berjalan dengan semrawut, jauh dari kata keteraturan. Lalu setelah sekian lama, saya mencoba lagi, berangkat dari titik awal Stasiun S...

Menuntaskan Dendam pada Candu Membaca

Soal membaca, saya mungkin sudah sampai pada tahap kecanduan, rasanya ada yang kurang apabila 1 (satu) hari terlewatkan tanpa membaca buku, koran atau majalah yang relevan dengan minat dan hobi saya. Semasa sekolah dasar, bacaan itu berupa majalah Bobo, Ananda, Tomtom ataupun majalah cetakan pemerintah saat itu yaitu Si Kuncung. Nama-nama itu setia menemani perjalanan literasi saya, sadar atau tidak, keberadaannya pun mempengaruhi cara berpikir dan bertindak saat itu. Dari Bobo, belajar rasional dan ilmu pengetahuan, sedangkan dari Kuncung, saya mengenal Indonesia lebih jauh, karena memang kandungan konten si Kuncung itu relatif lebih banyak bercerita tentang Nusantara. Beranjak remaja, Tabloid Bola, GO menjadi referensi, ketertarikan pada dunia sepakbola, mengakibatkan hubungan saya menjadi intens dengan mereka. Selain itu, sajian dari koran KOMPAS juga sudah cukup menggoda, KOMPAS memberikan sebuah sudut dan persfektif lain tentang dunia, baik itu politik dalam dan luar negeri (sesua...