Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Olahraga

Nonton Bola Tanpa Rasa, Arsenal v PSG.

Semalam saya menonton bola babak final Liga Champions antara Arsenal vs PSG, tidak disengaja awalnya, hanya karena mata ini saja yang tidak bisa terpejam dan pas mindah-mindahin chanel tv, kemudian melihat ada komentator favorit saya dulu, yaitu Bung Kusnaeni (lebih akrab disapa Bung Kus)  yang sedang mengulas preview pertandingan setengah jam sebelum laga dimulai. Mata mulai mengantuk dan saya tertidur, lalu sayup-sayup terdengar suara riuh di televisi dan oh rupanya Arsenal unggul di menit ke- 2 pertandingan. Akhirnya saya cuci muka dan meniatkan diri untuk menonton, tak lupa juga menyiapkan minum dan cemilan untuk menemani. Bagi saya ini pertama kalinya menonton lagi final piala champions, mungkin terakhir yang saya ingat adalah sekitar Mei 2012, hampir 14 tahun lamanya, lama juga rupanya.  Saya memang sudah tak tertarik lagi dengan sepakbola, seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya di tulisan lain, maka ketika melihat susunan line-up kedua tim, tak ada satupun yang...

Peralihan Cinta dari Persib ke Bandung Raya

Terasa sekali gegap gempita luapan emosional kemenangan Persib semalam melawan PSM Makassar, sebuah laga berat yang sangat menentukan untuk langkah menuju "hattrick" juara selama tiga musim beruntun, sepertinya musim ini perjalanan tidak semulus seperti dua musim sebelumnya, pertarungan harus dilakukan hingga pekan terakhir untuk memutusan siapa juara sejati, Persib atau Borneo FC. Tak heran memang apabila antusiasme warga Jawa Barat tak terbendung lagi apabila berbicara tentang Persib. Persib bukan hanya milik kota Bandung saja seperti nama yang mengikutinya, yaitu Persib Bandung, akan tetapi Persib sudah menjadi identitas orang Jawa Barat, bahkan mungkin orang Sunda pada umumnya, maka bukan hanya di wilayah Bandung saja kegembiraan itu tampak, tapi di seantero Jawa Barat pun akan terlihat, pun demikian apabila Persib mengalami kekalahan, maka duka itu akan terasa di semua daerah. Saya pribadi sudah tidak terlalu intens mengikuti jejak Persib, saya sudah berada pada sisi ber...

Catatan Sepakbola (Bagian 2) : Nilai Lebih STY

Sebelumnya saya mengajak anda untuk mengingat kembali, kapan terakhir kalinya kita antusias dan merasa penuh percaya diri ketika melihat penampilan Timnas Indonesia, kalau saya pribadi, saya akan menjawab Piala AFF 2010 yang waktu itu diselenggarakan di kandang kita sendiri. Saat itu, sepakbola kita bergairah, Timnas kita tampil menggila dibawah kepelatihan Alfred Riedl, dengan bermaterikan pemain seperti Markus Horison sebagai kiper, Firman Utina di lapangan tengah dan penampilan ciamik pemain naturalisasi kita, Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales. Penampilan perdana kita dengan membabat habis 5-1 tetangga yang kadang adem-ayem, kadang juga panas, yaitu Malaysia. Efek kemenangan tersebut terasa sangat membekas, walau kemudian di babak final, kita mengalami antiklimaks, kita dikalahkan oleh lawan yang sama di mana awal kita memulai, yaitu Malaysia juga. Hanya Pesimis dan Pesimis Setelah ajang itu, semua pudar, kita seakan ditampar dan disadardirikan bahwa posisi Timnas kita...

Catatan Sepakbola (Bagian 1) Melawan Jepang, Kita Realistis Saja.

Tulisan ini dibuat beberapa hari setelah pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Jepang dalam rangka kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Seperti yang kita ketahui, hasilnya adalah kita kalah dengan telak 4-0, menyesakkan memang, apalagi kita kalah di kandang sendiri yang dianggap "sakral" oleh pecinta sepak bola tanah air, yaitu Gelora Bung Karno. Kecewa? Pasti, itu adalah hasil yang negatif, tapi rasanya kekecewaan itu juga bisa berubah menjadi kebanggaan, yaitu masihlah mending kita kalah 4-0, lihatlah Timnas China, mereka malah lebih parah dipermak dengan skor 7-0, kalau begitu masih untunglah kita ya?... Timnas Jepang Unggul Segalanya Soal Timnas Jepang, tak usahlah lagi kita ragukan lagi kualitasnya, level mereka jauh diatas kita, mau dilihat dari apapun, rangking FIFA? mereka jauh diatas kita, Trofi Piala Asia? mereka langganan juara, atau mau kita banding-bandingan pengalaman di Piala Dunia? Mereka sejak 1998 rutin bermain di even 4 tahunan itu,bagaiman...

Ketika Sepakbola Tidak Menarik Lagi

Piala Dunia Sepakbola tahun 1994 di Amerika Serikat adalah waktu pertama yang boleh dibilang saya mulai menyukai menonton olahraga terpopuler sejagat ini, saya terkagum-kagum dengan penampilan timnas Belanda yang berkaos warna oranye kebanggaannya, dari ajang inilah juga saya mulai berlangganan tabloid Bola yang terbit setiap hari Jum'at, waktu itu harganya Rp 750, perlu sedikit perjuangan untuk menghemat uang saku yang tidak seberapa itu disisihkan, hanya untuk membeli tabloid ini. Kesukaan pada sepakbola ini telah mengantarkan saya pada sebuah dunia yang baru dan mengasyikkan. Dari tabloid Bola pula saya sampai hafal nama-nama pesepakbola top dari berbagai liga dunia, begitupun juga nama-nama klub, baik tingkat lokal maupun internasional. Dekade pertengahan 90-an mungkin menjadi masa yang penuh keseruan, terutama untuk penggemar Serie A Italia. Persaingan ketat 7 klub top Italia yang lebih dikenal dengan Magnificent Seven, telah membius perhatian, sehingga kabar tentang klub-kl...

Bernostalgia dengan Tabloid Bola dan GO

  Dulu , saya adalah pembaca setia tabloid BOLA, mungkin sekitar tahun 1994, tepatnya ketika Piala Dunia di Amerika Serikat, sejak saat itu saya jatuh cinta dengan tabloid ini, sesekali juga membeli tabloid GO (Gema Olahraga), walau pada akhirnya kembali lagi ke BOLA, cinta memang begitu, kadang kembali lagi ke tempat yang lama, eh.. Hanya saja, setelah tabloid itu memutuskan untuk berhenti edisi cetaknya, saya juga akhirnya harus berhenti mengikuti perkembangannya, ada memang situsnya, tapi tetap saja suara gesekan kertas dan wangi koran edisi baru tetap lebih menggoda. Hingga beberapa waktu yang lalu saya menemukan lagi sebuah situs, yaitu Superwaw.com . Situs ini isinya adalah tabloid BOLA yang diupload kembali dalam bentuk PDF. Tidak selalu lengkap memang, artinya tidak semua halaman diupload, tapi cukup untuk membawa kenangan lagi pada saat dulu setia menunggu tabloid ini hadir. Manusia memang mahluk yang senang dengan kenangan, maka untuk anda yang mungkin dulu juga suk...